Dilansirdari Encyclopedia Britannica, kelainan yang disebabkan oleh penyempitan saluran pernapasan dalam paru-paru, sehingga seseorang mengalami kesulitan bernapas disebut asma. admin March 25, 2022 0 0 Less than a minute
Jaringandalam paru-paru yang berfungsi sebagai tempat pertukaran gas oksigen dan gas karbon dioksida adalah .
ekspirasi 6. Berbagai kelainan dapat terjadi pada sistem pernapasan baik yang. disebabkan bakteri, radang alat pernapasan, pendarahan, penyumbatan, kapiler darah di paru-paru. 7. Pernapasan pada hewan bervariasi, misalnya dengan paru-paru, insang, kulit dan trakea.
cash. Manusia membutuhkan oksigen agar tetap hidup. Sistem pernapasan bekerja setiap harinya untuk memasok asupan oksigen guna menjaga fungsi tubuh yang normal. Bila sistem pernapasan mengalami gangguan, akan timbul berbagai gejala yang bisa mengganggu kualitas hidup manusia. Apa itu gangguan pernapasan? Gangguan pernapasan mengacu pada berbagai jenis penyakit atau gangguan yang menghambat fungsi paru-paru. Penyakit ini dapat memengaruhi kemampuan untuk bernapas. Penyebabnya bisa datang dari mana saja, meliputi infeksi, paparan zat berbahaya seperti asap rokok, atau kelainan pada sistem pernapasan itu sendiri. Jenis-jenis gangguan pernapasan Penyakit pernapasan terdiri dari banyak jenis, dari yang ringan sampai yang serius. Berikut adalah jenis-jenis gangguan pernapasan yang umum dikenali. 1. Flu Flu adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus influenza. Penyakit ini dapat menyerang sistem pernapasan Anda, termasuk hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Bagi kebanyakan orang, flu dianggap sebagai penyakit yang ringan. Gejalanya bisa menghilang sendiri dalam beberapa hari. Namun, terkadang flu juga bisa menimbulkan kondisi yang serius, terutama pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Penularan flu sangat mudah terjadi. Virus influenza menyebar melalui udara dan dapat menginfeksi bila Anda menghirup percikan cairan dari orang sakit yang batuk atau bersin. 2. Asma Asma termasuk salah satu gangguan pernapasan yang paling umum. Menurut data Badan Kesehatan Dunia WHO tahun 2019, terhitung sekitar 262 juta orang di seluruh dunia memiliki penyakit asma. Pengidap asma kerap mengalami gejala berupa sesak napas atau mengeluarkan suara napas yang nyaring mengi. Ada pula serangan asma yang disebut eksaserbasi atau flare up. Ini merupakan kondisi ketika serangan asma tidak terkontrol. Asma bersifat kronis, yang artinya penyakit ini tidak akan menghilang. Belum ada obat yang bisa menyembuhkan asma. Oleh karena itu, pasien membutuhkan penanganan medis yang berkelanjutan supaya gejala asma tetap terkendali. 3. Tuberkulosis TB Tuberkulosis disebabkan oleh bakteri M. tuberculosis. Serupa dengan flu, seseorang bisa tertular TB bila menghirup udara yang mengandung percikan batuk atau bersin orang-orang yang terinfeksi. Meski demikian, penularan TB tidaklah semudah itu. Butuh kontak yang lama dan dekat dengan pasien sampai Anda turut terinfeksi. Terkadang, bakteri juga bisa menginfeksi tanpa menimbulkan gejala. Kondisi ini disebut TB laten. Terlepas dari fakta tersebut, tuberkulosis bisa menjadi gangguan pernapasan yang berbahaya. Menurut Kementerian Kesehatan RI, penyakit ini bahkan diperkirakan telah menyebabkan 93 ribu kematian per tahunnya di Indonesia. 4. Pneumonia Gangguan pernapasan ini berupa infeksi yang membuat kantong udara di paru-paru terisi oleh nanah atau cairan. Karena kondisi ini, pasien mengalami berbagai gejala seperti batuk berdahak atau bernanah, demam, menggigil, dan sesak napas. Pneumonia dapat mengancam jiwa, terutama pada bayi dan anak kecil, lansia di atas 65 tahun, dan orang-orang dengan kekebalan tubuh yang lemah. Berdasarkan penyebabnya, terdapat beberapa jenis pneumonia, yakni pneumonia bakteri, pneumonia virus, pneumonia mikoplasma, dan pneumonia fungal. 5. PPOK PPOK penyakit paru obstruktif kronis merupakan penyakit radang paru-paru kronis yang menyebabkan terhambatnya aliran udara dari paru-paru. Jenis penyakitnya yang paling umum adalah emfisema dan bronkitis kronis. Kemunculan gejala PPOK terjadi secara progresif. Pada awal kemunculan penyakit, pasien mungkin tidak merasakan gejala apa pun. Gejalanya baru mengganggu jika penyakitnya sudah berada lama di tubuh Anda. Beberapa gejala yang akan muncul antara lain batuk kronis, batuk berdahak, sesak napas, mengi, dan kelelahan. 6. Faringitis Faringitis terjadi karena peradangan pada faring, bagian atas tenggorokan. Orang-orang mengenal kondisi ini sebagai sakit tenggorokan. Sebenarnya, gangguan respirasi ini bukanlah penyakit, melainkan lebih kepada gejala yang menandakan kondisi lain seperti flu. Kemunculannya bisa disebabkan oleh infeksi virus maupun bakteri. Saat terkena faringitis, Anda akan merasakan sakit tenggorokan, tenggorokan terasa kering dan gatal, serta sakit saat menelan atau berbicara. 7. Kanker paru Kanker paru adalah penyebab utama kematian akibat kanker di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, kanker paru menempati urutan ketiga sebagai kanker yang paling banyak diderita. Risiko kanker paru lebih tinggi pada orang-orang yang merokok. Kendati demikian, kanker paru juga dapat terjadi pada orang-orang yang tidak pernah merokok. Gejala kanker tidak langsung terasa pada awal kemunculannya. Kebanyakan kasus penyakit ini baru ditemukan pada pasien ketika sudah memasuki stadium lanjut. Diagnosis dan pengobatan gangguan pernapasan Sebelum mengatasi masalah kesehatan Anda, dokter perlu melakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk mendiagnosis penyakitnya. Pasalnya, setiap gangguan pernapasan harus ditangani sesuai dengan penyakit yang mendasarinya. Pertama-tama, dokter melakukan pemeriksaan fisik guna mengetahui tanda dan gejala yang Anda alami. Dokter biasanya akan bertanya soal kondisi yang Anda rasakan dan riwayat kesehatan Anda sebelumnya. Beberapa gangguan pernapasan dapat ditandai dengan adanya bunyi yang abnormal pada paru-paru. Maka dari itu, auskultasi wajib dilakukan. Auskultasi adalah praktek pemeriksaan menggunakan stetoskop. Mendengar suara dari dalam organ tubuh dapat membantu dokter dalam menentukan kemungkinan penyakit yang diderita. Bila pemeriksaan fisik belum dirasa cukup, dokter akan merujuk Anda menjalani pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan dapat meliputi rontgen, CT scan, MRI, tes fungsi paru seperti spirometri, tes alergi, dan pengambilan sampel untuk PCR jika dicurigai penyebab penyakitnya adalah infeksi. Setelah menegakkan diagnosis, dokter memberikan pengobatan sesuai dengan jenis gangguan pernapasan yang Anda miliki. Sebagai contoh, pada penyakit infeksi, dokter akan memberi obat berupa antivirus atau antibiotik. Sedangkan pada penyakit yang membutuhkan pengobatan jangka panjang, dokter memberikan obat seperti inhaler yang membantu pernapasan Anda. Bergantung pada keparahan penyakit, prosedur pembedahan bisa dilakukan jika kondisi Anda tidak kunjung membaik setelah diberi obat atau terapi. Bagaimana cara mencegah gangguan pernapasan? Gangguan pernapasan bisa menurunkan kualitas hidup manusia, terutama bila penyakitnya bersifat kronis. Ditambah lagi, ada kemungkinan bahwa beberapa penyakit bisa berkembang dan menimbulkan komplikasi yang berbahaya. Mencegah kemunculan penyakitnya sebelum terjadi sangatlah penting. Jaga kesehatan paru-paru Anda dengan tidak merokok, memakai masker untuk menghindari paparan polusi yang berbahaya, rajin cuci tangan terutama sebelum dan sesudah makan serta setelah bepergian, mendapatkan vaksin flu setiap tahun, makan makanan bergizi, berolahraga, dan menjalani pemeriksaan kesehatan secara rutin. Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut atau kekhawatiran tertentu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.
Paru-paru menjadi salah satu organ yang berperan penting dalam pernapasan manusia. Jika mengalami sesak napas, batuk terus-menerus, mengi atau napas berbunyi, itu menandakan adanya masalah pada paru-paru. Sama seperti organ lainnya, paru-paru rentan terserang berbagai faktor seperti bakteri, virus, hingga polusi udara dapat menyebabkan gangguan paru-paru. Oleh sebab itu, kesehatan paru-paru juga perlu untuk dijaga. Berikut ulasan beberapa penyakit yang bisa menyerang paru-paru. Disimak ya!1. AsmaPenggunaan inhaler pada penderita asma. Mayo Clinic, asma merupakan kondisi di mana saluran udara menyempit dan membengkak serta memproduksi lendir berlebih. Berdasarkan data dari Badan Kesehatan Dunia WHO, diperkirakan ada lebih dari 339 juta orang yang menderita asma di seluruh dunia pada tahun membuat penderitanya kesulitan bernapas, memicu batuk, mengi, sulit tidur, dada sesak atau nyeri, dan sesak napas. Terdapat beberapa faktor pemicu gejala asma, antara lain alergi misalnya debu, serbuk sari, bulu binatang, udara dingin, infeksi saluran pernapasan, asap dan polusi udara lainnya, obat-obatan tertentu, stres, penyakit tidak dapat disembuhkan, tetapi gejalanya bisa dikendalikan dengan pengobatan. Inhaler merupakan alat yang biasa digunakan oleh penderita asma. Obat dihirup dari inhaler melalui mulut. Dalam beberapa kasus juga diperlukan obat-obatan, seperti obat alergi atau perawatan sering disingkat TB atau TBC, adalah penyakit lainnya yang menyerang paru-paru. Melansir laman Subdirektorat Tuberkulosis Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, insidensi TB di Indonesia diperkirakan sekitar penduduk pada tahun disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Melansir dari Mayo Clinic, bakteri penyebab TB dapat menyebar dari penderita ke orang lain melalui udara lewat batuk, bersin, berbicara, atau meludah. Seseorang jauh lebih mungkin tertular TB dari penderita yang tinggal atau bekerja dua jenis infeksi TB TB laten. Pada kondisi ini, seseorang mengalami infeksi TB, tetapi bakteri tetap berada di dalam tubuh dalam keadaan tidak aktif dan tidak menimbulkan gejala. TB laten tidak menular. Namun, kondisi ini dapat berubah menjadi TB aktif, sehingga pengobatan juga penting diberikan kepada orang dengan TB laten dan untuk membantu mengendalikan penyebaran TB. TB aktif. Kondisi ini membuat seseorang sakit dan dalam banyak kasus bisa menular ke orang lain. Gejala yang ditimbulkan di antaranya batuk yang berlangsung 3 minggu atau lebih, batuk darah, nyeri dada, kelelahan, dan penurunan berat badan. TB juga dapat memengaruhi bagian lain dari tubuh, termasuk ginjal, tulang belakang, atau otak. Ketika TB terjadi di luar paru-paru, tanda dan gejala yang muncul bervariasi sesuai dengan organ yang penting untuk menyelesaikan seluruh rangkaian terapi dan minum obat-obatan sesuai dengan resep dokter. Menghentikan pengobatan terlalu dini atau melewatkan dosis dapat membuat bakteri yang masih hidup menjadi kebal terhadap obat tersebut. Baca Juga Napas Lega, Ini 8 Cara Ampuh Menjaga Kesehatan Paru-paru 3. PneumoniaRontgen memperlihatkan pneumonia. Healthline, pneumonia adalah infeksi yang bisa terjadi pada satu atau kedua paru-paru. Infeksi ini menyebabkan peradangan pada kantung udara yang disebut alveoli. Alveoli terisi cairan atau nanah, sehingga penderitanya sulit gejala yang ditimbulkan meliputi batuk yang bisa menghasilkan dahak, demam, berkeringat atau menggigil, sesak napas, nyeri dada, kelelahan, kehilangan nafsu makan, mual atau muntah dan sakit keterangan dari WHO, pneumonia menyebabkan kematian sebanyak lebih dari pada anak di bawah usia 5 tahun pada tahun bisa disebabkan oleh bakteri, virus, ataupun jamur. Penyakit ini dapat menular dari penderita ke orang lain. Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri dan virus bisa menular melalui bersin atau batuk. Seseorang juga bisa tertular pneumonia tipe ini melalui kontak dengan permukaan atau benda yang terkontaminasi bakteri atau virus penyebab keterangan dari National Health Service, bronkitis adalah infeksi pada saluran udara utama paru-paru bronkus yang menyebabkan iritasi dan peradangan. Dinding saluran udara utama memproduksi lendir untuk menangkap debu dan partikel lainnya yang dapat menyebabkan kasus bronkitis terjadi ketika saluran udara tersebut meradang dan teriritasi, sehingga dihasilkan lebih banyak lendir dari biasanya. Tubuh akan mencoba untuk mengeluarkan lendir atau dahak ini melalui dua tipe bronkitis, yaitu bronkitis akut dan bronkitis kronis. Bronkitis akut, dapat menyerang semua usia, tetapi lebih banyak terjadi pada anak di bawah usia 5 tahun. Kondisi ini lebih sering terjadi di musim dingin dan sering muncul setelah pilek, sakit tenggorokan atau flu. Gejala batuk dan lendir berlebih dapat berlangsung hingga 3 minggu. Bronkitis kronis, termasuk salah satu penyakit paru obstruktif kronis PPOK. Kondisi ini ditandai batuk produktif yang berlangsung selama 3 bulan dalam setahun dan setidaknya selama 2 tahun berturut-turut. Bronkitis kronis lebih banyak memengaruhi orang dewasa berusia di atas 40 tahun. Dikutip dari Mayo Clinic, gejala bronkitis meliputi batuk, produksi lendir atau dahak bisa putih, kuning kehijauan atau hijau, kelelahan, sesak napas, demam serta rasa tidak nyaman pada akut biasanya disebabkan oleh virus, umumnya virus yang sama dengan penyebab pilek atau flu influenza. Di sisi lain, penyebab bronkitis kronis paling umum yaitu asap rokok. Polusi udara dan debu atau gas beracun dari lingkungan atau tempat kerja juga bisa berkontribusi pada kondisi seperti bronkitis kronis, emfisema juga termasuk PPOK. Melansir Cleveland Clinic, emfisema adalah kondisi yang melibatkan kerusakan pada dinding kantung udara alveoli sekitar 300 juta alveoli di paru-paru normal. Saat menghirup udara, alveoli meregang dan menarik oksigen masuk. Ketika mengembuskan napas, alveoli mengecil dan mengeluarkan karbon emfisema, alveoli dan jaringan paru-paru rusak. Kerusakan ini menyebabkan obstruksi penyumbatan yang memerangkap udara di dalam paru-paru. Selain itu, karena jumlah alveoli lebih sedikit, maka oksigen yang masuk ke aliran darah semakin kebanyakan kasus, merokok menjadi faktor utama yang menyebabkan emfisema. Selain itu, polusi udara, faktor genetik defisiensi alpha-1 antitrypsin, dan infeksi saluran pernapasan juga berperan dalam menyebabkan emfisema berkembang secara bertahap. Berbagai gejala yang umum terjadi meliputi batuk, mengi, sesak napas, dada sesak dan peningkatan produksi Kanker paru-paru adalah salah satu jenis kanker yang paling mematikan. Dikutip dari laman Yayasan Kanker Indonesia, menurut data Globocan 2018, lebih dari 26 ribu orang di Indonesia meninggal karena kanker paru-paru setiap MedlinePlus, kanker paru-paru merupakan kanker yang tumbuh di jaringan paru-paru. Kanker ini sangat berisiko terjadi pada perokok, baik perokok aktif maupun perokok itu, beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker paru-paru meliputi riwayat keluarga dengan kanker paru-paru, paparan radon, paparan bahan kimia berbahaya, misalnya asbestos, arsenik, kromium dan lain-lain di tempat kerja, polusi udara, dan terapi radiasi pada area kanker paru-paru tidak menimbulkan gejala pada stadium awal. Gejala berkembang seiring perkembangan kondisi. Beberapa gejala kanker paru-paru di antaranya ketidaknyamanan atau nyeri dada, batuk yang tidak kunjung sembuh atau memburuk seiring berjalannya waktu, kesulitan bernapas, darah dalam dahak, suara serak, kelelahan, dan penurunan berat hidup sehat sangat penting untuk mencegah berbagai penyakit paru-paru dan penyakit lainnya. Hindari rokok dan asapnya, polusi, atau faktor lainnya yang bisa merusak sistem pernapasan. Jika ada keluhan pernapasan, segera hubungi dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat. Baca Juga 10 Latihan Efektif Kuatkan Fungsi Paru-parumu, Bernapas Lebih Lega! IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
Squad, kalian pernah nggak sih berpikir, seperti apa jadinya kalau kalian mengalami kesulitan pernapasan? Pasti rasanya nggak enak banget, ya. Semoga jangan sampai terjadi, ya! Meskipun demikian, seperti halnya anggota tubuh lain, sistem pernapasan manusia juga dapat terkena kelainan dan penyakit. Tapi, apa saja sih kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan manusia? Bernapas dan jangan lupa Bahagia! Sumber Shutter Stock Emfisema Ada beberapa jenis penyakit dan kelainan pada sistem pernapasan manusia. Yang pertama ini disebut dengan Emfisema. Emfisema merupakan penyakit yang disebabkan karena alveolus kehilangan elastisitasnya. Kantong udara pada paru-parumu juga akan mengalami kehancuran secara perlahan, sehingga membuat napas menjadi pendek-pendek. Emfisema disebabkan karena kebiasaan merokok, polusi udara dan polusi asap rokok. Tuh, makanya, kamu jangan merokok, ya! Kanker Paru-paru Penyakit pada pernapasan yang kedua disebut dengan kanker paru-paru. Seperti halnya kanker jenis lain, kanker paru-paru juga merupakan penyakit yang berbahaya. Penyakit ini disebabkan karena sel kanker yang tumbuh di paru-paru dan terus tumbuh tidak terkendali. Bila dibiarkan, sel kanker dapat menyerang bagian tubuh lainya. Kanker paru-paru juga dapat disebabkan karena kebiasaan kebiasaan buruk seperti merokok, menghirup asap kendaraan, minum minuman beralkohol dan kebiasaan tidak sehat lainya. Jadi, masih mau merokok dan minum-minuman beralkohol? Tuberkulosis TBC Penyakit pada sistem pernapasan selanjutnya adalah Tuberkulosis TBC. TBC merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini menyerang paru-paru dan menimbulkan bintil-bintil pada dinding alveolus. Karena ada bintil-bintil tersebut, proses difusi oksigen terganggu. Penderita TBC juga sering mengalami batuk darah. Asma Penyakit selanjutnya disebut penyakit Asma. Kamu sudah familiar kan, dengan istilah asma? Asma adalah penyakit yang terjadi karena penyempitan saluran pernapasan. Penyebab penyempitan saluran pernapasan biasanya disebabkan oleh alergi terhadap debu, pasir, bulu, serangga kecil ataupun rambut. Penyakit ini juga dapat muncul kembali jika suhu lingkungan terlalu dingin atau ketika penderitanya mengalami masalah psikologis. Jika tidak segera diberi penanganan, penderita dapat mengalami kematian akibat sesak napas. Laringitis Selain penyakit-penyakit yang sudah disebutkan di atas, ada juga penyakit pernapasan yang disebut Laringitis. Penderita laringitis mengalami peradangan yang terjadi di laring atau pangkal tenggorokan karena infeksi bakteri, virus atau jamur. Bronkhitis Selain laringitis, ada juga yang disebut dengan bronkhitis, yaitu gangguan pada cabang trakea bronkus akibat infeksi. Infeksi ini akan menyebabkan penderita menghasilkan lendir yang menyumbat bronkus sehingga penderitanya dapat mengalami sesak napas. Masih ada lagi nggak ya penyakit pada sistem pernapasan? Pneumonia Masih ada lagi nih, namanya Pneumonia. Pneumonia ini adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Diplococcus pneumoniae, sehingga alveolus penderitanya akan terisi cairan. Asfiksi Penyakit pada sistem pernapasan yang terakhir adalah Asfiksi, yang merupakan gangguan pengangkutan oksigen ke jaringan tubuh. Asfiksi disebabkan karena hemoglobin darah mengikat komponen selain oksigen seperti karbon monoksida. Karena daya ikat HB lebih tinggi terhadap CO, maka CO akan lebih berpotensi untuk masuk ke dalam tubuh. CO sendiri banyak dihasilkan oleh asap kendaraan bermotor. Wah, ternyata banyak juga ya penyakit dan kelainan pada sistem pernapasan. Kamu harus selalu menjaga kesehatan, ya! Termasuk kesehatan sistem pernapasan ini. Oh iya, kamu ingin tahu lebih banyak tentang kelainan sistem pernapasan? Kamu bisa nih, belajar pakai Brain Academy Online! Dengan modul lengkap dan tutor standby, kamu bisa belajar di mana saja dan kapan saja cuma lewat grup belajarmu aja, lho. Kuy, gabung sekarang!
kelainan yang disebabkan oleh menyempitnya saluran pernapasan dalam paru paru